Nikmatilah Perjalanannya.....
Hidup bukan sekedar tiba di tempat tujuan. Hidup adalah perjalanan. begitu kita mencapai impian kita, Tuhan akan memberikan kepada kita impian yang lain. Ketika kita mengatasi tantangan, akan ada tantangan lain. ada gunung lain yang harus kita daki.
Sebagian besar hidup adalah hal rutinitas. Sebagian besar dari kita bangun setiap pagi, pergi bekerja, pulang ke rumah, makan malam, pergi tidur, dan kemudian melakukannya lagi. Banyak orang yang hidup hanya untuk puncak-puncak gunung. mereka bekerja siang dan malam. mereka terperangkap dalam menyelesaikan masalah sehari-hari mereka, sehingga mereka tidak menikmati saat-saat yang terbaik setiap hari. Jangan terburu-buru dan nikmatilah perjalanan. Sukacita sesungguhnya berada dalam hal-hal yang sederhana. itu berada dalam keluarga, bangun lebih awal dan berdoa, berjalan-jalan pagi bersama pasangan dan anak-anak. Tujuan dan keberhasilan membawa kita pada kepuasan, tetapi itu sifatnya hanya sementara.
Tuhan akan melahirkan impian yang baru dalam hati kita, sesuatu yang baru untuk dinantikan.
Ketahuilah Apa Yang Harus Diabaikan...
memang mudah untuk terfokus pada kesalahan dalam hidup kita. Apa yang tidak kita miliki, dan seberapa besarnya rintangan yang kita hadapi. jika kita tidak berhati-hati kita akan kehilangan pandangan terhadap seluruh kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Jangan remehkan keluarga, teman-teman dan peluang-peluang yang telah Tuhan berikan kepada kita. Jika kita terburu-buru dan merasa begitu stres sehingga kita gagal menghargai pemberian hari ini, kita akan kehilangan sukacita dan kemampuan kita untuk berbahagia di tahun yang akan datang. Semuanya dimulai dari perspektif yang benar.
Kita semua memiliki beban yang mencuri sukacita dan menyebabkan kita down. Tetapi jika kita mau hidup dalam kebahagiaan, kita membutuhkan dasar roh yang bersyukur. Saya belajar bahwa benih patah semangat tidak dapat berakar dalam hati yang bersyukur. Daripada melihat apa yang tidak kita miliki, lebih baik kita bersyukur kepada Tuhan untuk apa yang memang kita miliki. Daripada mengeluh mengenai kesalahan, lebih baik bersyukur kepada Tuhan untuk apa yang benar.
Jika kita mengeluh mengenai tempat dimana kita berada, kita tidak akan tiba ke tempat yang kita inginan. Jika kita mengeluh mengenai apa yang kita miliki, saya yakin bahwa Tuhan tidak akan menambahkannya lagi.
Jika kita mau memiliki perspektif yang benar, hargailah hal-hal sederhana yang merupakan berkat Tuhan.
Tuhan akan membereskannya untuk kita
Tuhan mendengar dan melihat apa yang dikatakan dan lakukan para pengecam, dan jika kita tetap beriman, Tuhan akan membereskannya untuk kita. Gunakan energi kita untuk meningkatkan keahlian, menjadi yang terbaik semampu kita. Jangan membuang waktu dan energi kita yang berharga untuk seseorang yang menghina dan menolak kita. Lepaskan penolakan mereka dan ketahuilah bahwa Tuhan akan mengirimkan seseorang yang menghargai talenta, kepribadian dan keberhasilan kita. Bersama mereka kita dapat bersantai dan menjadi orang yang Tuhan inginkan.
Ketika Tuhan meletakkan impian dalam hati kita, selalu akan ada orang yang memancing kita keluar dari impian itu. Tapi ketahuilah kapan waktunya suatu peperangan layak diperjuangkan.
Lakukan Yang Terbaik, Biarkan Tuhan melakukan Selebihnya
Saya membaca sebuah artikel tentang seseorang yang bertanya apa rahasia dari keberhasilan, dan dia menjawabnya, "Saya tidak tahu rahasia keberhasilan, tetapi saya tahu rahasia kegagalan yaitu mencoba untuk selalu menyenangkan semua orang".
Kita harus menerima bahwa tidak semua orang akan mendukung kita. Tidak semua orang akan menyukai kita. Tidak semua orang akan mengerti kita. Itu tidak apa-apa. lakukanlah yang terbaik, dan Tuhan akan mengurus para pengkritik kita. Kita tidak memiliki waktu untuk memikirkan mereka, kita tidak punya waktu untuk meyakinkan mereka, kita tidak punya waktu untuk berargumentasi. Kita mempunyai tujuan untuk digenapi. Kita mempunyai tugas yang harus diselesaikan. Fokuslah pada tujuan utama yang telah ditaruh Tuhan dalam hati kita. Doakan mereka yang butuh pertolongan. Tuhan akan melakukan hal yang menganggumkan.
Ketika kita tergoda untuk melampiaskan emosi karena seseorang menyakiti kita dan membuat kita marah. tanyakan ini pada diri sendiri, Layakkah ini? Bahkan jika aku memenangkan pertempuran ini, apa hadiahnya? apakah yang akan dicapai? . Mari kita pilih pertempuran dengan bijak.
Hidup Nyaman Adalah Cara Balas Dendam Terbaik..
Memang mudah untuk memulai pertengkaran, tetapi sulit untuk mengakhirinya. Beberapa orang secara naluri suka mencari gara-gara. Tersenyumlah dan menjauh saja. Karena tidak akan pernah ada kepuasan bagi mereka yang mencari perdebatan.
saya teringat Kisah Raja Daud di 2 Samuel 16:5-15, saat Raja Daud sedang keluar berjalan dan seorang anak muda mulai membuat sesuatu yang lucu terhadapnnya, mengolok-oloknya, bahkan melempari batu. Teman-teman Raja Daud berkata, "Apakah tuanku ingin kami menghentikan orang itu? Apakah tuanku ingin kami menutup mulutnya? Raja Daud menjawab,"tidak,biarkanlah ia tetap berbicara. Mungkin Tuhan akan melihat bahwa aku sedang dianiaya dan memberkatiku karenanya.
Itulah sikap yang kita perlukan. Lepaskan semua tekanan. Kita tidak perlu membalas. Bahkan,penyerang telah memberikan keuntungan kepada kita karena Tuhan akan menjadi pembela kita.
Lepaskan Bebanmu..
Kita tidak dapat berbuat apa-apa pada masa lalu kita. Tetapi kita dapat melakukan sesuatu untuk masa depan kita.
Saya membaca sebuah kisah yang menarik sekali. Tiga orang yang masing-masing sedang membawa dua buah karung. Seseorang yang lewat menanyakan kepada pria pertama apa yang ada dalam karung itu? ia menjawab, "karung yang dipunggungku berisi seluruh hal yang baik yang terjadi padaku, karung yang ada di depan berisi semua hal buruk." Ia terus fokus pada hal-hal buruk di depannya sehingga ia tidak dapat melihat hal-hal yang baik di belakangnya.
Seorang asing menanyakan kepada pria yang kedua pertanyaan yang sama tetapi menerima jawaban yang berbeda. "Karung yang dipunggungku berisi hal-hal yang buruk, Karung yang di depan ini berisi hal-hal yang baik"katanya. Paling tidak ia dapat melihat hal-hal yang baik dan tidak terfokus pada hal-hal yang negatif. Tetapi kedua karung itu terisi penuh sehingga membebaninya dan menjadikan kehidupannya suatu beban.
Akhirnya, orang asing itu menanyakan pada pria ketiga pertayaan yang sama. Ia menjawab, "karung yang ada di dadaku berisi segala keberhasilan dan kemenangan, karung yang ada di punggungku kosong" katanya. "Mengapa kosong?" Tanya orang asing. "Aku telah meletakkan semua kesalahan, kegagalan, rasa bersalah dan rasa maluku ke dalam karung itu, dan aku membuat lubang di dasarnya untuk melepaskan semuanya.katanya. "Dengan cara itu aku lebih terbebani di depan dibandingkan di belakangku sehingga aku terus maju.
Berhenti Memusatkan Perhatian Pada Mengapa..
Iman adalah tentang mempercayai Tuhan bahan jika kita tidak mengerti rencana-Nya. Tuhan baik. Ia memiliki rencana besar untuk kehidupan kita, tujuan hidup kita akan digenapi. Tidak peduli berapapun banyaknya kelemahan dan kegagalan yang harus kita alami, buang rasa mengasihani diri sendiri, berhenti menyalahkan diri sendiri, dan teruslah maju, tidak ada yang mampu mencegah kita menjadi seperti yang Tuhan rencanakan. Berhenti berdalih, berhenti tinggal dalam kekecewaan, dalam perasaan tidak adil dan terluka. Tuhan memiliki sesuatu yang besar untuk masa depan kita.
Hormati Tuhan dengan apa yang kita miliki. Tuhan mau mengambil kendala dalam hidup kita dan mengubahnya menjadi aset. Kita harus menerima bahwa Tuhan mungkin tidak menyingkirkan tantangan kita, tetapi Tuhan akan menggunakannya untuk kemenangan kita.
Ketika kita mengalami kegagalan atau ketika kehidupan kita terasa sulit, jangan menjadi patah hati. Jangan menetap disana. Sadarilah bahwa kita adalah calon utama yang akan di pakai Tuhan untuk menunjukkan kemurahan dan kebaikan-Nya.
Tuhan Akan Menggunakan "Kelemahan" kita untuk Mewujudkan Tujuan Hidup Ilahi
semua orang punya kelemahan. Sudah tahu apa kelemahan anda ? Apa yang mencegah kita untuk percaya pada diri sendiri dan mengejar tujuan hidup ilahi kita?. Kabar baiknya Tuhan mengetahui semua masalah yang akan kita hadapi, perjuangan yang kita lalui, kelemahan dan kekurangan kita. Kita bukan kejutan bagi Tuhan.
Tuhan menciptakan kita apa adanya lengkap dengan kelemahan, kekurangan, dan kelebihan kita masing-masing untuk satu maksud Tuhan.
Lukas 19:1-10 Mengisahkan tentang seorang bernama Zakheus. Ia tidak beruntung. Ia terlalu pendek. Tidak diragukan lagi, selama ia di sekolah anak-anak lain pasti mengolok-oloknya dan menyebut dia "Si Pendek". Pada Suatu hari, Zakheus mendengar bahwa Yesus akan datang melewati kotanya. Semua orang berbaris di jalan untuk melihat Yesus. Zakheus tidak punya kesempatan. Ia berdiri di belakang dan tidak dapat melihat siapapun. Ia dapat dengan mudah menyerah dan mengasihani diri sendiri. Sebaliknya, ia memanjat sebatang pohon dan mendapatkan pemandangan yang luar biasa. Kelemahannya diubah menjadi kelebihannya. Jika saja Zakheus berukuran "normal", ia mungkin tidak memanjat pohon dan menjadi perhatian Yesus di tengah keramaian. Tetapi karena "Kelemahannya", Zakheus memanjat lebih tinggi dan menuai upah tertinggi yang mungkin di dapat.
Akuilah kelemahan kita dan anggaplah bahwa itu mungkin menjadi kekuatan saya. Fokuslah pada apapun yang Tuhan maksudkan untuk kita capai. Tuhan akan mengubah kelemahan dan cacat kita untuk kebaikan kita. Tuhan akan mengambil setiap batu sandungan dan mengubahnya menjadi batu loncatan. Tidak ada kerugian bersama Tuhan. Kita memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk berhasil.
Tuhan Tahu Siapa Yang Telah Bersalah Kepada Kita...
Tuhan melihat kita terluka. Ia menyimpan catatannya. Jika kita belajar untuk mengambil jalan mudah dan tidak membuang waktu dengan mencoba membalas dendam kepada orang-orang yang telah melukai kita, Tuhan berjanji akan menjadi pembela kita.
Tuhan akan memberikan karunia dan promosi dalam hidup kita hanya apabila Ia tahu bahwa karakter kita dapat menanganinya. Jika kita selalu marah setiap kali seseorang berbuat salah kepada kita dan mencoba membela diri, kita tidak akan mencapai tempat yang Tuhan inginkan.
Gunakan waktu dan energi untuk maju menuju tujuan hidup yang telah Tuhan berikan kepada kita. Hindari jebakan membalas dendam. Cara Tuhan lebih besar dan lebih baik dari cara kita.
Kita Dapat Tertawa Kemudian..
Kita semua mengalami situasi dimana kita di perlakukan secara tidak adil, Sifat alami manusia ingin membalas dendam. Kita ingin menyamakan kedudukan. Tetapi Tuhan mengatakan "Pembalasan adalah Hak-Ku"(ulangan 32:35). Tuhan akan meluruskan kesalahan kita. Tuhan ingin melunasi setiap ketidakadilan yang menimpa kita.Ia adalah Tuhan yang adil. Tuhan mau kita tertawa kemudian.
Jika kita berusaha mengendalikan sendiri, Tuhan akan mundur dan berkata, "Silahkan. kamu tidak membutuhkan pertolongan-Ku". Tetapi jika kita belajar untuk mengatakan dengan cara yang mudah, mengendalikan emosi dan membiarkan Tuhan menjadi pembela kita, Ia akan muncul dan mengtakan, "Baiklah. Biarkan Aku bekerja".
Bergerak Maju..
Salah satu hal tersulit yang harus kita terima adalah tidak semua orang dimaksudkan untuk berada selamanya dalam kehidupan kita. Beberapa orang dibawah Tuhan ke jalan kehidupan kita sementara waktu untuk membantu kita melalui tahap kehidupan tertentu.
Jika Tuhan tidak menjauhkan mereka, kita akan terlalu mengandalkan mereka. Mereka akan menghalangi kita. Kehadiran mereka dapat membatasi pertumbuhan kita. Kita harus cukup dewasa untuk mengetahui ketika peran seseorang dalam kehidupan kita sudah berakhir. Bukan berarti orang itu jahat. Kita masih dapat berteman. kita masih dapat mengasihi dan menghormati satu sama lain. Tetapi kita harus menerima bahwa segala sesuatu berubah. Untuk dapat bergerak maju kita harus membiarkannya pergi.
Sama seperti Tuhan secara supranatural membawa orang-orang lain masuk ke dalam kehidupan kita, Ia akan secara supranatural menyingkirkan beberapa orang.
Tujuan hidup kita tidak terikat pada orang. Kepergiannya akan membuat kita maju. ketika seseorang pergi, itu bukanlah kecelakaan. Tuhan akan membuka pintu-pintu yang baru. Kita akan menemukan kekuatan yang lebih besar dan talenta-talenta yang baru. Tuhan mungkin sedang bersiap untuk membawa masuk seseorang yang bahkan lebih baik di masa depan kita.
Hadiah Dari Selamat Tinggal..
Kita mungkin tidak menyadari awalnya, tetapi kepergian seseorang adalah hadiah dari Tuhan. Jangan bersedih. Bersukacitalah

Komentar
Posting Komentar