Langsung ke konten utama

Berdamai Dengan Masa Lalu


Tidak ada hidup yang berjalan dengan mudah, hidup dalam pelarian dan persembunyian selama hampir 10 tahun ternyata membawahku semakin bertumbuh ke arah yang lebih baik.


Hidup berpetualang sama Tuhan benar-benar menyenangkan, up downnya benar-benar terasa. Tapi tidak pernah merasa sendiri, selalu di peluk Tuhan dengan surprise yang bikin senyum-senyum sendiri.


Seseorang hadir membuatku lebih berani terbuka, menceritakan masa terkelam dari hidupku tanpa takut di hakimi, yaa dan inilah Ika sekarang seorang anak yang sedang berjuang berdamai dengan Ika yang dulu, memaafkan semua kebodohan yang pernah dia lakuin, menerima dirinya sendiri dengan utuh dan memeluk dirinya dengan bangga.


Aku sempat berpikir ceritaku mungkin sedikit ternodai dengan bercak noda hitam yang tidak mungkin bisa hilang, tapi perspektifku berubah ketika Tuhan membawahku semakin mengenalnya. Noda hitam itu ternyata bisa ku ubah menjadi lukisan dan ukiran yang sangat indah menjadi sebuah salib yang akan tergantung indah di kamarku agar aku bisa memandangnya setiap saat karena disanalah semua dosaku di tanggung sama Tuhan.


Aku akan memperjuangkan cerita hidupku bersama Tuhan, aku berterimakasih untuk semua luka yang datang karena disitulah cerita hidupku semakin menarik, tidak pernah terpikirkan, tidak pernah terbayangkan, tidak muncul dalam hati, itu yang Tuhan sediakan bagiku. ini bukan cerita hidupku, ini adala HIS-tory-NYA.


Aku tidak bisa melihat ujung dari cerita perjalanan hidupku, tapi satu hal yang aku percaya Kaptennya adalah Tuhan, sang Pemandu kehidupanku Dialah yang merancang cerita hidupku, menulisnya dengan indah.


Hidup adalah perjalanan duniawi yang tidak datang dengan Peta. Kita diciptakan untuk hidup dengan Percaya dan menjalani hal-hal yang tidak diketahui dengan kompas iman. Untuk hidup secara efektif di dunia ini, kita harus menerima fakta bahwa kita akan menghadapi kesempatan-kesempatan untuk ragu dan segala yang kita percayai akan di tantang. Pikiran manusia itu menarik karena bukan ruang hampa, Tuhan merancangnya untuk memiliki rasa ingin tahu tentang diri kita sendiri dan dunia dimana kita tinggal. Tapi Tuhan tidak mengharapakan kita berjalan sendiri, bergerak melampaui keterbatasan kita dengan kekuatan kita sendiri. Tuhan mau kita melibatkan-Nya berjalan bersama berpikir tentang Dia dan seirama dengan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita.


Aku memilih melepaskan kekecewaan-kekecewaan dan kegagalan-kegagalan di masalalu, membiarkan pintu itu tertutup secara total di belakangku. Melangkah maju ke masa depan yang Tuhan sediakan bagiku, dengan mengetahui bahwa tidak ada yang bisa ku lakukan untuk mengubah masa lalu. Aku percaya Tuhan belum menyerah atas hidupku. Ia menaruh benih-benih kebesaran dalam diriku. Tuhan memberikan impian dan keinginan yang mulia.


Aku ingin memunculkan versi terbaik dari diriku dengan merasa nyaman tentang diriku sendiri. Tidak hidup di bawah penghakiman, terus-menerus mendengarkan suara yang salah yang senang melihatku menjalani kehidupanku dengan rasa bersalah dan terhukum.


Tidak ada manusia yang sempurna, kita semua telah berbuat dosa, gagal, dan melakukan kesalahan. Berdamai dengan diri sendiri dan katakan," aku mungkin tidak sempurna, tetapi aku tahu bahwa aku sedang bertumbuh, aku mungkin telah membuat kesalahan tetapi aku tahu aku diampuni, aku menerima kemurahan Tuhan".
Orang lain mungkin tidak akan selalu menyukai kita, tapi aku percaya Tuhan menyukaiku.
(Yohanes 15:18-19, "jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu")


Tuhan ingin kita memperbaiki diri kita, Tuhan mengetahui kita semua mempunyai kelemahan. Jangan izinkan suara-suara yang menghakimi itu di mainkan berulang kali dalam pikiran kita. Selama kita melakukan yang terbaik, dan ingin melakukan yang benar sesuai dengan firman Tuhan. Kita bisa memastikan bahwa Tuhan memang senang dengan kita.
Luaskan hati untuk di proses Tuhan yaa🤎


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear - Me

Sasaran pertama musuh kita adalah arena pikiran-pikiran kita. Ia tahu bahwa jika ia dapat mengendalikan dan memanipulasi cara berpikir kita, ia akan sanggup mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupan kita. Pikiran menentukan tindakan, sikap, dan citra diri. Pikiran menentukan tujuan hidup. Itulah sebabnya Alkitab memperingatkan kita tentang menjaga pikiran kita. Kita harus berhati-hati tidak hanya tentang apa yang kita cerna melalui mata dan telinga kita, tetapi juga dengan apa yang kita pikirkan. jika kita tinggal dalam pikiran-pikiran yang membuat kita depresi, kita akan jalani kehidupan yang penuh depresi. Jika kita terus-menerus menuju pikiran-pikiran negatif, kita akan menemui orang-orang negatif dan gaya hidup yang negatif. Kehidupan kita akan selalu mengikuti pikiran-pikiran kita. Hampir seperti sebuah magnet, kita tertarik pada apa yang terus menerus kita pikirkan. Jika kita selalu memikirkan pikiran-pikiran yang positif, menyenangkan, dan penuh sukacita, kita akan menjad...

Dear - Me

Ini adalah masa paling berharga dalam hidup kita, masa yang mampu membuat para orangtua merasa iri dan menyesal tanpa kau tahu penyebabnya, hingga dalam lamunannya mereka sering berkata, "Ah senangnya." Masa ini Menyenangkan karena satu alasan : KESEMPATAN. Satu hal yang tidak kita sadari adalah banyaknya Kesempatan yang terbuka lebar dan menanti kita. kita merasa pintar dengan cara kita sendiri, tanpa kita sadari telah membuat keputusan yang salah  Kekuatan dari sebuah keinginan tidak seharusnya dianggap remeh. Kekuatan itulah yang akan menjadi petunjuk dalam menjalani hidup kita, menjadi penentu dari seberapa berhasilnya diri kita meraih keinginan kita, dan bukan dari pandangan orang lain. Kita semua mempunyai bagian-bagian dalam diri kita yang perlu diperbaiki, tetapi selama kita terus maju, bangun setiap hari dan melakukan yang terbaik dari kita, kita bisa memastikan bahwa Tuhan disenangkan karena kita. Tuhan ingin kita merasa nyaman dengan diri kita se...