Langsung ke konten utama

Dear - Me


Ini adalah masa paling berharga dalam hidup kita, masa yang mampu membuat para orangtua merasa iri dan menyesal tanpa kau tahu penyebabnya, hingga dalam lamunannya mereka sering berkata, "Ah senangnya."
Masa ini Menyenangkan karena satu alasan : KESEMPATAN.
Satu hal yang tidak kita sadari adalah banyaknya Kesempatan yang terbuka lebar dan menanti kita.
kita merasa pintar dengan cara kita sendiri, tanpa kita sadari telah membuat keputusan yang salah 

Kekuatan dari sebuah keinginan tidak seharusnya dianggap remeh. Kekuatan itulah yang akan menjadi petunjuk dalam menjalani hidup kita, menjadi penentu dari seberapa berhasilnya diri kita meraih keinginan kita, dan bukan dari pandangan orang lain.

Kita semua mempunyai bagian-bagian dalam diri kita yang perlu diperbaiki, tetapi selama kita terus maju, bangun setiap hari dan melakukan yang terbaik dari kita, kita bisa memastikan bahwa Tuhan disenangkan karena kita. Tuhan ingin kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri. Ia ingin kita merasa aman dan mempunyai citra diri yang sehat, tetapi begitu banyak orang yang memusatkan perhatian pada kesalahan dan kelemahan mereka. saat membuat kesalahan, kadang kita bersikap sangat kritis pada diri sendiri. Hidup dengan perasaan terganggu dan mengatakan " aku seharusnya tidak begitu. aku tidak cukup baik. aku terlalu sering gagal. aku terlalu jelek".
Tuhan tahu bahwa kita tidak akan menjadi sempurna. Tuhan tahu kita mempunyai kelemahan, dan keinginan yang salah. Tuhan tahu sebelum kita di lahirkan dan luar biasanya Tuhan tetap mengasihi kita.

Banyak dari kita mengalami peperangan dalam diri kita sendiri, terkadang kita benar-benar tidak menyukai siapa diri kita sebenarnya, " yaa, aku memang tidak disiplin, aku boros, aku tidak menarik, aku tidak sepandai orang-orang lain". kita memusatkan perhatian pada kelemahan-kelemahan kita, dengan tidak menyadari bahwa introspeksi negatif ini adalah suatu akar penyebab dari banyak kesukaran kita. 
Yesus berkata, " Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri". Syarat untuk mengasihi orang lain adalah mengasihi diri kita sendiri. Jika kita tidak menghargai diri sendiri, dan kita tidak belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya dengan kesalahan-kesalahannya, kita tidak akan mampu mengasihi orang lain dengan benar. Kebencian terhadap diri sendiri menghancurkan banyak hubungan pada masa kini.

saya membaca buku yang mengatakan bahwa tempat terkaya di bumi bukanlah Fort Knox atau ladang-ladang minyak di Timur Tengah. Bukan juga tambang-tambang emas dan berlian di Afrika selatan. Ironisnya Tempat terkaya di dunia adalah Kuburan, karena yang terletak dibawah tanah itu adalah segala jenis impian dan keinginan yang tidak akan pernah terwujud. yang terkubur dibawah tanah itu adalah buku-buku yang tidak akan pernah di tulis, bisnis-bisnis yang tidak akan pernah dimulai, dan hubungan yang tidak akan pernah di bentuk.

Alasan utama mengapa begitu banyak dari kita tidak bahagia dan kita tidak mempunyai antusiasme adalah karena kita tidak sedang memenuhi takdir kita. Pahamilah, Tuhan menyimpan suatu karunia, suatu harta karun dalam diri kita, tetapi kita harus melakukan bagian kita untuk memunculkannya.

Bertekadlah bahwa kita akan mulai memusatkan perhatian pada takdir kita dan mengambil langkah menuju impian dan keinginan yang Tuhan telah simpan dalam hati kita. Tujuan kita seharusnya adalah bahwa kita akan menjalani kehidupan yang maksimal, dengan mengejar gairah dan impian kita. sehingga pada saat tiba waktunya bagi kita untuk pergi, kita sudah menggunakan sebanyak mungkin potensi kita sebisanya. Kita tidak akan menguburkan harta karun kita, sebaliknya kita akan menjalani hidup kita dengan baik.

Tuhan telah memberikan bakat kepada kita, karunia dan keahlian yang bisa kita lakukan dengan baik, bidang-bidang khusus yang di dalamnya kita unggul. Jangan sia-siakan semuanya itu. Itu mungkin dalam bidang penjualan atau komunikasi, fotografi atau melukis, bernyanyi atau bermain musik atau dalam mendorong semangat orang lain atau menulis,atau menari apapun itu jangan meremehkannya hanya karena itu secara alami mudah bagi kita. Mungkin itulah yang Tuhan telah taruh dalam diri kita. itu mungkin adalah bagian yang penting dari takdir kita. Pastikan bahwa kita menyelidikinya sampai maksimal, dengan mengingat bahwa apa yang tampaknya membosankan bagi seseorang mungkin sangat menyenangkan bagi orang lain yang baginya bidang itu adalah bagian dari takdirnya.

Kabar baiknya : Kuasa Tuhan menjadi besar dalam kelemahan kita. saat kita lemah, Ia kuat. Kita bisa belajar untuk bersandar pada Tuhan. Saya percaya Tuhan mengijinkan kita mempunyai beberapa kelemahan supaya kita terus mempercayai-Nya.

Jika Tuhan berkenan atas hidup kita.
mengapa kita tidak mulai berkenan atas diri kita sendiri

LOVE RBT


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdamai Dengan Masa Lalu

Tidak ada hidup yang berjalan dengan mudah, hidup dalam pelarian dan persembunyian selama hampir 10 tahun ternyata membawahku semakin bertumbuh ke arah yang lebih baik. Hidup berpetualang sama Tuhan benar-benar menyenangkan, up downnya benar-benar terasa. Tapi tidak pernah merasa sendiri, selalu di peluk Tuhan dengan surprise yang bikin senyum-senyum sendiri. Seseorang hadir membuatku lebih berani terbuka, menceritakan masa terkelam dari hidupku tanpa takut di hakimi, yaa dan inilah Ika sekarang seorang anak yang sedang berjuang berdamai dengan Ika yang dulu, memaafkan semua kebodohan yang pernah dia lakuin, menerima dirinya sendiri dengan utuh dan memeluk dirinya dengan bangga. Aku sempat berpikir ceritaku mungkin sedikit ternodai dengan bercak noda hitam yang tidak mungkin bisa hilang, tapi perspektifku berubah ketika Tuhan membawahku semakin mengenalnya. Noda hitam itu ternyata bisa ku ubah menjadi lukisan dan ukiran yang sangat indah menjadi sebuah salib yang akan tergantung indah ...

Dear - Me

Sasaran pertama musuh kita adalah arena pikiran-pikiran kita. Ia tahu bahwa jika ia dapat mengendalikan dan memanipulasi cara berpikir kita, ia akan sanggup mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupan kita. Pikiran menentukan tindakan, sikap, dan citra diri. Pikiran menentukan tujuan hidup. Itulah sebabnya Alkitab memperingatkan kita tentang menjaga pikiran kita. Kita harus berhati-hati tidak hanya tentang apa yang kita cerna melalui mata dan telinga kita, tetapi juga dengan apa yang kita pikirkan. jika kita tinggal dalam pikiran-pikiran yang membuat kita depresi, kita akan jalani kehidupan yang penuh depresi. Jika kita terus-menerus menuju pikiran-pikiran negatif, kita akan menemui orang-orang negatif dan gaya hidup yang negatif. Kehidupan kita akan selalu mengikuti pikiran-pikiran kita. Hampir seperti sebuah magnet, kita tertarik pada apa yang terus menerus kita pikirkan. Jika kita selalu memikirkan pikiran-pikiran yang positif, menyenangkan, dan penuh sukacita, kita akan menjad...