Langsung ke konten utama

Dear - Me

Kita semua mengalami hal-hal yang tidak adil; itulah bagian dari kehidupan. saat kita disakiti, kita dapat memilih mencengkram  rasa sakit itu dan menjadi pahit hati, atau kita dapat memilih melepaskannya dan mempercayai Tuhan untuk memulihkan kita.

Saya membaca dimana 70 persen orang pada masa kini marah tentang sesuatu. Tujuh dari setiap sepuluh orang yang kita jumpai pada masa kini akan menjadi marah. Dan itu tidak terhitung orang-orang yang melewati kita dijalan raya!

Orang yang menyimpan kemarahan sering tidak menyadarinya, tetapi mereka sedang meracuni kehidupan mereka sendiri. Jika kita tidak mengampuni, kita tidak sedang menyakiti orang lain. Kita tidak sedang menyakiti Tuhan, Kita sedang Menyakiti diri sendiri.

Belajarlah melepaskan rasa sakit dan penderitaan masa lalu. Jangan biarkan kepahitan berakar dalam kehidupan kita. Tidak baik terus-menerus membenci seseorang. Juga tidak masuk akal untuk tetap marah akan apa yang seseorang itu telah lakukan pada kita. Kita tidak dapat melakukan apapun tentang masa lalu, tetapi kita dapat melakukan sesuatu tentang masa depan. 

Firman Tuhan berkata, "Pastikanlah supaya jangan ada akar kepahitan yang bertumbuh dan menyebabkan masalah sehingga banyak orang yang ternoda olehnya. Ibrani 12:15b. Kepahitan digambarkan sebagai suatu akar. renungkanlah itu. Kita tidak dapat melihat suatu akar; akar berada jauh di dalam tanah. Tetapi kita dapat memastikan ini: akar yang pahit akan menghasilkan buah yang pahit. Jika kita mempunyai kepahitan dalam diri kita, itu akan mempengaruhi setiap bidang kehidupan kita.

Banyak orang berusaha menguburkan rasa sakit dan penderitaan dalam hati mereka atau dalam pikiran bawah sadar mereka. Memelihara sikap tidak mau mengampuni dan membenci, dan kemudian mereka bertanya-tanya mengapa mereka tidak dapat menyesuaikan diri dengan orang lain, mengapa mereka tidak dapat bahagia. Mereka tidak menyadari hati mereka telah diracuni.

Banyak dari kita berusaha memperbaiki kehidupan dengan menangani buahnya, bukan akarnya. Kita berusaha meralat kebiasaan-kebiasaan buruk kita, sikap-sikap buruk kita,sifat mudah marah kita, kepribadian negatif kita. Patut di puji karena kita sedang berusaha mengubah hal-hal itu. Kita tidak akan sanggup mengubah buahnya jika kita tidak mulai dari akarnya. Karena selama akar pahit itu sedang bertumbuh dalam diri kita, masalah tersebut akan terus ada dan muncul berkali-kali. Kita mungkin sanggup mengendalikan kelakuan kita untuk sementara waktu atau menjaga sesuatu untuk waktu singkat, tetapi pernahkah kita bertanya-tanya mengapa kita tidak benar-benar dapat bebas ? mengapa kita tidak dapat mengatasi kebiasaan-kebiasaan yang menghancurkan itu. 

Tuhan menciptakan kita sesuai dengan Gambar-Nya.Tuhan mau kita menjadi bahagia, sehat dan utuh. Tuhan mau kita menikmati kehidupan sampai sepenuhnya, bukan dengan kepahitan dan kebencian. Daud berkata," Selidiki aku, ya Tuhan, dan tunjukan apa pun dalam diriku yang membuat-MU sedih." Kita perlu menyelidi hati kita dan memastikan bahwa kita tidak membiarkan akar kepahitan apa pun tinggal dalam diri kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdamai Dengan Masa Lalu

Tidak ada hidup yang berjalan dengan mudah, hidup dalam pelarian dan persembunyian selama hampir 10 tahun ternyata membawahku semakin bertumbuh ke arah yang lebih baik. Hidup berpetualang sama Tuhan benar-benar menyenangkan, up downnya benar-benar terasa. Tapi tidak pernah merasa sendiri, selalu di peluk Tuhan dengan surprise yang bikin senyum-senyum sendiri. Seseorang hadir membuatku lebih berani terbuka, menceritakan masa terkelam dari hidupku tanpa takut di hakimi, yaa dan inilah Ika sekarang seorang anak yang sedang berjuang berdamai dengan Ika yang dulu, memaafkan semua kebodohan yang pernah dia lakuin, menerima dirinya sendiri dengan utuh dan memeluk dirinya dengan bangga. Aku sempat berpikir ceritaku mungkin sedikit ternodai dengan bercak noda hitam yang tidak mungkin bisa hilang, tapi perspektifku berubah ketika Tuhan membawahku semakin mengenalnya. Noda hitam itu ternyata bisa ku ubah menjadi lukisan dan ukiran yang sangat indah menjadi sebuah salib yang akan tergantung indah ...

Dear - Me

Sasaran pertama musuh kita adalah arena pikiran-pikiran kita. Ia tahu bahwa jika ia dapat mengendalikan dan memanipulasi cara berpikir kita, ia akan sanggup mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupan kita. Pikiran menentukan tindakan, sikap, dan citra diri. Pikiran menentukan tujuan hidup. Itulah sebabnya Alkitab memperingatkan kita tentang menjaga pikiran kita. Kita harus berhati-hati tidak hanya tentang apa yang kita cerna melalui mata dan telinga kita, tetapi juga dengan apa yang kita pikirkan. jika kita tinggal dalam pikiran-pikiran yang membuat kita depresi, kita akan jalani kehidupan yang penuh depresi. Jika kita terus-menerus menuju pikiran-pikiran negatif, kita akan menemui orang-orang negatif dan gaya hidup yang negatif. Kehidupan kita akan selalu mengikuti pikiran-pikiran kita. Hampir seperti sebuah magnet, kita tertarik pada apa yang terus menerus kita pikirkan. Jika kita selalu memikirkan pikiran-pikiran yang positif, menyenangkan, dan penuh sukacita, kita akan menjad...

Dear - Me

Ini adalah masa paling berharga dalam hidup kita, masa yang mampu membuat para orangtua merasa iri dan menyesal tanpa kau tahu penyebabnya, hingga dalam lamunannya mereka sering berkata, "Ah senangnya." Masa ini Menyenangkan karena satu alasan : KESEMPATAN. Satu hal yang tidak kita sadari adalah banyaknya Kesempatan yang terbuka lebar dan menanti kita. kita merasa pintar dengan cara kita sendiri, tanpa kita sadari telah membuat keputusan yang salah  Kekuatan dari sebuah keinginan tidak seharusnya dianggap remeh. Kekuatan itulah yang akan menjadi petunjuk dalam menjalani hidup kita, menjadi penentu dari seberapa berhasilnya diri kita meraih keinginan kita, dan bukan dari pandangan orang lain. Kita semua mempunyai bagian-bagian dalam diri kita yang perlu diperbaiki, tetapi selama kita terus maju, bangun setiap hari dan melakukan yang terbaik dari kita, kita bisa memastikan bahwa Tuhan disenangkan karena kita. Tuhan ingin kita merasa nyaman dengan diri kita se...