Langsung ke konten utama

Dear - Me


"Masa depan adalah milik anda!" adalah sebuah ungkapan pengharapan yang sering dikutib dan disampaikan kepada para siswa yang baru lulus, pegawai baru, dan pasangan baru pada hari pernikahan mereka. 
Tidak peduli dimanapun kita berada atau tantangan apa yang sedang kita hadapi, kita dapat menikmati kehidupan kita sekarang. Banyak orang menjalani kehidupan dengan harga diri yang rendah, dengan memusatkan perhatian pada hal-hal negatif, merasa rendah diri atau tidak layak, selalu tinggal dalam alasan yang menyebabkan mereka tidak dapat bahagia.
saya mendengar suatu kisah tentang seseorang yang sedang berlibur bersama istrinya. Ia adalah seorang yang baik yang telah mencapai ukuran lumayan dalam keberhasilan. tetapi ia sedang menjalani kehidupan sambil berpikir bahwa ia sudah mencapai batas-batas kehidupannya. Suatu hari, saat seorang sedang mengantarkan pasangan ini berkeliling pulau itu dengan mobil, sambil menunjukkan kepada mereka beberapa pemandangan. Mereka berhenti untuk mengagumi sebuah rumah yang sangat indah di atas bukit. Tanah itu penuh dengan pohon-pohon palem yang indah dan damai dengan pemandangan ke arah laut yang sangat indah.
Sementara orang tersebut memandang rumah yang luar biasa itu. ia memberikan komentar kepada istri dan sahabatnya, "Aku bahkan tidak dapat membayangkan hidup disuatu tempat seperti itu."
Saat itu juga, sesuatu dalam dirinya berkata, Jangan takut. Engkau tidak akan pernah hidup di tempat seperti itu". Karena terkejut oleh pikiran-pikirannya sendiri, ia bertanya pada diri sendiri, apa maksudmu ? "selama engkau tidak dapat membayangkannya, selama engkau tidak dapat melihatnya, itu tidak akan terjadi padamu". 
Orang tersebut menyadari bahwa pikirannya dan sikapnya sendiri sedang menghukumnya pada keadaan biasa-biasa saja. Ia bertekad pada saat itu dan di tempat itu juga untuk mulai mempercayai lebih baik tentang dirinya sendiri, dan mempercayai lebih baik tentang Tuhan.

Kita harus melihatnya dalam diri kita sebelum kita bisa menerimanya di bagian luar diri kita. Jika kita tidak menganggap bahwa kita dapat menerima sesuatu yang lebih baik, kita tidak akan pernah mendapatkannya. penghalangnya ada dalam pikiran kita sendiri. Bukan kurangnya persediaaan Tuhan, Cara berpikir kita yang salah dapat mencegah kita  mendapatkan yang terbaik dari Tuhan.

Tuhan terus-menerus berusaha menanamkan benih-benih baru dalam hati kita, Ia terus berusaha membuat kita melihat ide-ide lama dan menularkan ledakan-ledakan kreativitas baru dalam diri kita. Kuncinya adalah percaya, membiarkan benih itu berakar supaya dapat bertumbuh.
sebutir benih itu sedang berusaha berakar. Itulah Tuhan yang sedang berusaha membuat kita melihat. Ia sedang berusaha mengisi kita dengan begitu banyak harapan dan penantian sehingga benih itu mau bertumbuh dan memunculkan panen luar biasa.

Inilah saat kita, Tuhan berkata, "Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya ? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara."(yesaya 43:19). Tuhan selalu siap melakukan hal-hal baru dalam kehidupan kita. Ia sedang berusaha mempromosikan, meningkatkan, memberikan lebih banyak kepada kita.
Tuhan sedang berkata kepada kita tentang sesuatu yang sama dengan yang di katakan-Nya kepada Perawan Maria dan orang-orang lain di seluruh firman Tuhan. Itu tidak akan terjadi dengan kekuatan kita sendiri. itu tidak akan terjadi dengan kuasa kita sendiri. Tuhan berkata bahwa itu akan terjadi melalui Roh-Nya. Kuasa Tuhan yang Mahatinggi akan turun ke atas kita dan membuatnya terjadi. Dengan Tuhan di pihak kita, kita tidak dapat dikalahkan. Ia dapat membuat sebuah jalan saat tampaknya tidak ada jalan. Ia dapat membuka pintu-pintu yang tidak seorangpun akan menutupnya. Ia dapat membuat kita ada di tempat yang tepat, pada saat yang tepat. Ia dapat secara ajaib memutar balik kehidupan kita. 
Yesus berkata, "Jika engkau percaya, segala sesuatu mungkin" (markus 9:23).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear - Me

Ini adalah masa paling berharga dalam hidup kita, masa yang mampu membuat para orangtua merasa iri dan menyesal tanpa kau tahu penyebabnya, hingga dalam lamunannya mereka sering berkata, "Ah senangnya." Masa ini Menyenangkan karena satu alasan : KESEMPATAN. Satu hal yang tidak kita sadari adalah banyaknya Kesempatan yang terbuka lebar dan menanti kita. kita merasa pintar dengan cara kita sendiri, tanpa kita sadari telah membuat keputusan yang salah  Kekuatan dari sebuah keinginan tidak seharusnya dianggap remeh. Kekuatan itulah yang akan menjadi petunjuk dalam menjalani hidup kita, menjadi penentu dari seberapa berhasilnya diri kita meraih keinginan kita, dan bukan dari pandangan orang lain. Kita semua mempunyai bagian-bagian dalam diri kita yang perlu diperbaiki, tetapi selama kita terus maju, bangun setiap hari dan melakukan yang terbaik dari kita, kita bisa memastikan bahwa Tuhan disenangkan karena kita. Tuhan ingin kita merasa nyaman dengan diri kita se...

Dear - Me

Sasaran pertama musuh kita adalah arena pikiran-pikiran kita. Ia tahu bahwa jika ia dapat mengendalikan dan memanipulasi cara berpikir kita, ia akan sanggup mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupan kita. Pikiran menentukan tindakan, sikap, dan citra diri. Pikiran menentukan tujuan hidup. Itulah sebabnya Alkitab memperingatkan kita tentang menjaga pikiran kita. Kita harus berhati-hati tidak hanya tentang apa yang kita cerna melalui mata dan telinga kita, tetapi juga dengan apa yang kita pikirkan. jika kita tinggal dalam pikiran-pikiran yang membuat kita depresi, kita akan jalani kehidupan yang penuh depresi. Jika kita terus-menerus menuju pikiran-pikiran negatif, kita akan menemui orang-orang negatif dan gaya hidup yang negatif. Kehidupan kita akan selalu mengikuti pikiran-pikiran kita. Hampir seperti sebuah magnet, kita tertarik pada apa yang terus menerus kita pikirkan. Jika kita selalu memikirkan pikiran-pikiran yang positif, menyenangkan, dan penuh sukacita, kita akan menjad...

Dear-Me

Jika kita ingin memunculkan versi terbaik dari diri kita, kita harus belajar untuk merasa nyaman tentang diri kita sendiri. Banyak orang hidup dibawah penghakiman, terus-menerus mendengarkan suara-suara yang salah. Alkitab menyebut musuh sebagai "pendakwa saudara-saudara" (dalam buku Become a Better You By Joel Osteen) yang senang melihat kita menjalani kehidupan kita dengan rasa bersalah dan terhukum. Ia terus-menerus mendatangkan tuduhan-tuduhan terhadap kita, dengan memberitahukan kita apa yang kita tidak lakukan atau apa yang seharusnya kita lakukan. Mengingatkan kita tentang semua kesalahan dan kegagalan dimasa lalu kita. "kamu harusnya menghabiskan banyak waktu dengan keluargamu" "kamu pergi ke gereja, tapi terlambat" "kamu memberi tapi tidak banyak" Kita sering menelan bulat-bulat kalimat-kalimat ini dengan sedikit atau tanpa perlawanan sama sekali. akibatnya kita selalu merasa bersalah, terhukum, dan sangat tidak puas dengan...