Karena selalu bersikap sopan, pegolf itu menjawab, " Oh, mohon jangan berikan saya apapun. Anda telah begitu rama kepada saya. saya telah mengalami waktu yang menyenangkan. Saya tidak dapat meminta apapun lagi."
Sang raja bersikeras. Ia berkata, "Tidak, saya bersikeras memberikan kepada Anda sesuatu supaya anda selalu mengingat perjalanan Anda ke negeri kami."
Saat Pegolf itu menyadari bahwa raja itu memang berkeras, ia berkata, " Baiklah, baik. Saya mengoleksi tongkat golf. Mengapa anda tidak memberikan saya sebatang tongkat golf ?"
Ia naik ke pesawat, dalam perjalanan pulang, ia tidak bisa bertanya-tanya tongkat golf seperti apa yang akan diberikan raja itu kepadanya. Ia membayangkan bahwa itu adalah sebatang tongkat golf yang terbuat dari emas murni dengan ukiran namanya. atau mungkin tongkat yang bertatahkan berlian dan permata lain. sebuah hadiah dari raja Saudi Arabia yang kaya minyak.
saat pegolf itu tiba dirumah, ia memperhatikan kotak pos dan pelayanan paket setiap hari, untuk melihat jika tongkat golfnya sudah datang. Akhirnya, beberapa minggu kemudian, ia menerima sepucuk surat dari raja Saudi Arabia itu. Pegolf tersebut mengira bahwa hal itu aneh. Dimana tongkat golfku ? Ia bertanya-tanya. Ia membuka sampulnya, dan dengan terkejut, ia menemukan di dalamnya selembar akte tanah lapangan golf seluas lima ratus acre (sekitar 232.3 hekter) di Amerika.
Kadang-kadang para raja berpikir lain dari kita. Dan kita melayani Raja segala raja. Kita melayani Tuhan Yang Mahatinggi, dan impian-Nya bagi kehidupan kita jauh lebih besar dan baik dibanding yang bahkan dapat kita bayangkan.
Sebuah pepatah lama mengatakan bahwa jika kita ingin berhasil kita harus mengikuti impian-impian kita. Tapi kebenarannya adalah, kehidupan kita mengikuti harapan-harapan kita. Apa yang kita harapkan adalah apa yang akan kita terima. Jika kita tinggal pada pikiran-pikiran positif, kehidupan akan berpindah ke arah itu; jika kita terus memikirkan pikiran-pikiran negatif, atau keadaan biasa-biasa saja, alam bawah sadar akan memastikan kita gagal atau kalah. Salah satu elemen penting untuk memperbesar visi kita adalah Menaikan tingkat Pengharapan kita. Kita harus mengubah cara berpikir sebelum dapat mengubah kehidupan kita.
Setiap hari kita harus memilih untuk hidup dengan sikap yang mengharapkan hal-hal baik terjadi pada kita. Alkitab berkata,"arahkanlah pikiran pada hal-hal yang lebih baik". Saat bangun pagi hal pertama yang seharusnya kita lakukan adalah mengarahkan pikiran kita pada arah yang tepat. katakanlah sesuatu seperti ini " Hari ini akan menjadi hari yang luar biasa. Tuhan sedang menuntun dan mengarahkan langkah-langkahku. Kebaikannya sedang mengelilingiku. kebaikan dan kemurahan sedang mengikutiku. Aku akan bersemangat hari ini!".
Mulailah setiap pagi dengan iman dan pengharapan , dan kemudian keluarlah dengan menantikan hal-hal baik. Harapkanlah keadaan-keadaan berubah sesuai keinginan kita. Berharaplah orang lain untuk datang menolong kita. Berharaplah untuk berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat.
Tuhan ingin kita menaikkan harapan-harapan kita. Kita bahkan tidak dapat mempunyai iman tanpa pengharapan. alkitab berkata, "iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan" (ibrani 11:1)
"Pengharapan Yang Penuh Keyakinan"

Terima kasih RBT ❤️
BalasHapus