Langsung ke konten utama

Dear-Me

Masing-masing kita mempunyai suatu percakapan internal, suatu percakapan dalam hati yang berlangsung dengan diri kita sendiri sepanjang hari. Nyatanya, kita lebih sering berbicara kepada diri kita sendiri di banding kepada orang lain.
Pertanyaannya adalah, apakah yang sedang kita pikirkan dan katakan pada diri kita sendiri ? apa yang sedang kita renungkan ? pemikiran positif ? pemikiran menguatkan ? pemikiran yang meneguhkan ? atau kita selalu memikirkan pikiran negatif dan kalah dengan memberitahukan diri kita sendiri hal-hal seperti "aku tidak menarik. aku tidak berbakat. aku membuat banyak kesalahan. aku yakin Tuhan tidak menyukaiku". Percakapan negatif seperti ini mencegah jutaan orang untuk naik lebih tinggi.

kita berbicara kepada diri sendiri secara tidak sadar, bahkan tanpa memikirkannya. Dalam alam bawah sadar kita, kita mempunyai pemikiran yang sering muncul. " aku harusnya tidak melakukan itu. aku tidak akan sepandai orang itu. aku tidak akan sesukses orang itu. aku tidak punya bakat". Ada suara-suara negatif dalam hati yang terus-menerus memberitahukan kita bahwa ada yang salah dengan diri kita.

Kita harus memprogram ulang pikiran kita. Jangan berbaring ditempat tidur setiap pagi sambil memikirkan segalah sesuatu yang salah dengan diri kita. Jangan berbaring disana dan mengulang semua kesalahan yang pernah kita lakukan sambil memikirkan apa yang tidak bisa kita lakukan dan apa yang tidak kita miliki. Tidak peduli seberapa seringnya kita berusaha dan gagal. kita harus menyingkirkan pesan dan pengalaman negatif itu, dan menaruh suatu rekaman baru. Ingatkan diri kita sesering mungkin ,"Aku adalah anak Tuhan yang Mahadasyat. aku mempunyai masa depan yang cemerlang. Tuhan menyayangiku. Aku mempunyai apa yang dibutuhkan. Aku akan memenuhi takdirku". Kita seharusnya berbicara kepada diri kita sendiri dengan cara itu, bukan dengan kesombongan melainkan dalam suatu keyakinan yang menenangkan. 

Percakapan dengan diri kita sendiri harusnya bersifat positif dan penuh harapan. kita seharusnya berbicara kepada diri kita sendiri dengan pemikiran yang menguatkan dan meneguhkan. Jangan pernah berkata, " aku begitu lamban. aku tidak menarik. aku tidak akan pernah melupakan masa laluku".

Keluarkan kata-kata itu dari pikiran kita. Jika kita membuat kesalahan dengan tinggal dalam sampah itu, itu akan membatasi hidup kita. Mungkin kita mengalami rasa sakit yang mengerikan dimasa lalu. mungkin kita mengalami beberapa hal yang tidak adil, tapi itu bukan alasan untuk tinggal dalam pikiran yang berusaha menjatuhkan kita terus-menerus, dan mempermainkan rekaman negatif tentang diri kita.

Kita mempercayai apa yang kita katakan tentang diri kita sendiri, di banding apa yang orang lain katakan kepada kita. Orang lain bisa memberitahukan berulang-ulang kali bahwa Tuhan punya rencana yang luar biasa dalam hidupmu. Tuhan menyediakan suatu masa depan yang cemerlang bagi hidupmu. Tetapi jika kita tidak percaya dan membatasi pikiran kita dengan pikiran negatif itu tidak akan berguna bagi kita.

Belajarlah untuk memasang rekaman baru, dengan mengatakan pada diri sendiri, "Aku diampuni. Tuhan mempunyai suatu rencana baru. Hal-hal baik tersedia bagiku". Ini bukanlah cara yang mudah, tapi ini adalah cara untuk tidak lagi hidup dengan rasa terhukum, malu, atau tidak layak atas sesuatu yang ada di masalalu.

Saat Musa dilahirkan, Firaun dari mesir mengeluarkan keputusan bahwa semua anak berumur dua tahun kebawah harus di bunuh. Daripada menyerah pada keputusan yang tidak masuk akal itu, Ibu Musa menyembunyikannya. Akhirnya, ia menaruhnya ke dalam sebuah keranjang dan menaruhnya di sungai Nil. Salah seorang putri Firaun menemukannya dan membesarkannya. 
Bertahun-tahun kemudian, Tuhan datang kepada Musa dan berkata, "Musa, Aku telah memilihmu untuk melepaskan bangsa israel". kata Pertama yang keluar dari mulut Musa adalah, "Tuhan, siapakah aku ?"
Kemudian Musa mengajukan pertanyaan lain. Ia berkata, " tetapi, Tuhan, siapakah yang mau mendengarkanku ? Engkau tahu bahwa aku bukan seorang pembicara yang baik. Engkau tahu bahwa aku gagap". ia tidak memiliki rasa percaya diri dalam dirinya. ia juga sedang memainkan rekaman yang salah dalam pikirannya. Tetapi, dengan pertolongan Tuhan, Musa mengatasi kekurangan dalam dirinya.

Jika kita sungguh-sungguh ingin menjadi orang yang lebih baik, kita harus memiliki pikiran-pikiran yang benar tentang diri kita sendiri. (Yeremia 29:11 FAYH " karena Aku mengetahui segalah rencana-Ku bagimu. Demikianlah firman Tuhan. rencana-rencana itu untuk kebaikan, bukan untuk keburukan, untuk memberi kamu masa depan yang penuh pengharapan").

Suara-suara negatif selalu berteriak paling keras. Kita bisa mempunyai sepuluh teman yang mendorong semangat kita, tapi saat satu orang datang mengatakan sesuatu yang negatif cenderung kita akan lebih memikirkan  kata itu. itulah yang otak kita ingin mainkan berkali-kali. Kita bisa melakukan ratusan hal yang benar, tapi jika kita melakukan satu kesalahan saja kita merasa terhukum dengan perasaan bersalah. suara-suara negatif itu menyerang kita paling kuat. Dan selama kita tetap memusatkan pada hal yang negatif , kita akan terus berperang dalam hati kita. kita tidak akan merasa nyaman dengan diri kita sendiri. 
satu-satunya cara untuk mengubah ini adalah membuat dialog internal kita menuju arah yang benar. Gantikan pemikiran negatif dengan pesan-pesan yang baru. Mulailah memikirkan pikiran yang benar tentang diri kita sendiri.

Bangunlah setiap pagi dan katakanlah kepada diri kita sendiri "Aku adalah biji mata Tuhan. Aku adalah harta Milik-Nya yang berharga. Aku dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan. Aku mempunyai masa depan yang cemerlang di depanku, hari ini akan menjadi luar biasa.

LOVE

Komentar

  1. Saya salah satu orang yang sering sekali mengutuki diri sendiri dengan fikiran-fikiran negatif. Sering mengeluh karena merasa diri saya tidak bisa, merasa saya tidak mempunyai kelebihan dan kemampuan seperti orang lain. Dan tulisan ini memberi teguran kalau seharusnya sangatlah penting untuk selalu berfikir Positif. Paling suka dengan kata-kata penguatan pada paragraf akhir" Aku adalah Biji Mata Tuhan, Aku adalah harta miliknya yang berharga" 😇💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuhan Mencintaimu syg, lebih dari yang kamu pikirkan. Kekecewaan yg datang adalah cara Tuhan menghindarkan kamu dari masalah yg bisa menyakitimu..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdamai Dengan Masa Lalu

Tidak ada hidup yang berjalan dengan mudah, hidup dalam pelarian dan persembunyian selama hampir 10 tahun ternyata membawahku semakin bertumbuh ke arah yang lebih baik. Hidup berpetualang sama Tuhan benar-benar menyenangkan, up downnya benar-benar terasa. Tapi tidak pernah merasa sendiri, selalu di peluk Tuhan dengan surprise yang bikin senyum-senyum sendiri. Seseorang hadir membuatku lebih berani terbuka, menceritakan masa terkelam dari hidupku tanpa takut di hakimi, yaa dan inilah Ika sekarang seorang anak yang sedang berjuang berdamai dengan Ika yang dulu, memaafkan semua kebodohan yang pernah dia lakuin, menerima dirinya sendiri dengan utuh dan memeluk dirinya dengan bangga. Aku sempat berpikir ceritaku mungkin sedikit ternodai dengan bercak noda hitam yang tidak mungkin bisa hilang, tapi perspektifku berubah ketika Tuhan membawahku semakin mengenalnya. Noda hitam itu ternyata bisa ku ubah menjadi lukisan dan ukiran yang sangat indah menjadi sebuah salib yang akan tergantung indah ...

Dear - Me

Sasaran pertama musuh kita adalah arena pikiran-pikiran kita. Ia tahu bahwa jika ia dapat mengendalikan dan memanipulasi cara berpikir kita, ia akan sanggup mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupan kita. Pikiran menentukan tindakan, sikap, dan citra diri. Pikiran menentukan tujuan hidup. Itulah sebabnya Alkitab memperingatkan kita tentang menjaga pikiran kita. Kita harus berhati-hati tidak hanya tentang apa yang kita cerna melalui mata dan telinga kita, tetapi juga dengan apa yang kita pikirkan. jika kita tinggal dalam pikiran-pikiran yang membuat kita depresi, kita akan jalani kehidupan yang penuh depresi. Jika kita terus-menerus menuju pikiran-pikiran negatif, kita akan menemui orang-orang negatif dan gaya hidup yang negatif. Kehidupan kita akan selalu mengikuti pikiran-pikiran kita. Hampir seperti sebuah magnet, kita tertarik pada apa yang terus menerus kita pikirkan. Jika kita selalu memikirkan pikiran-pikiran yang positif, menyenangkan, dan penuh sukacita, kita akan menjad...

Dear - Me

Ini adalah masa paling berharga dalam hidup kita, masa yang mampu membuat para orangtua merasa iri dan menyesal tanpa kau tahu penyebabnya, hingga dalam lamunannya mereka sering berkata, "Ah senangnya." Masa ini Menyenangkan karena satu alasan : KESEMPATAN. Satu hal yang tidak kita sadari adalah banyaknya Kesempatan yang terbuka lebar dan menanti kita. kita merasa pintar dengan cara kita sendiri, tanpa kita sadari telah membuat keputusan yang salah  Kekuatan dari sebuah keinginan tidak seharusnya dianggap remeh. Kekuatan itulah yang akan menjadi petunjuk dalam menjalani hidup kita, menjadi penentu dari seberapa berhasilnya diri kita meraih keinginan kita, dan bukan dari pandangan orang lain. Kita semua mempunyai bagian-bagian dalam diri kita yang perlu diperbaiki, tetapi selama kita terus maju, bangun setiap hari dan melakukan yang terbaik dari kita, kita bisa memastikan bahwa Tuhan disenangkan karena kita. Tuhan ingin kita merasa nyaman dengan diri kita se...